Jumat, 29 Agustus 2014

Bengkel Menulis di AkberMks

Siang ini AkberMks mengadakan kelas kerennya di tempat baru, yakni di Rutif (Ruang Kreatif) Makassar. Tempatnya cozy juga buat bikin kelas. Keren. Keren. Hihi. Makasih Rutif. Rutif ini bertempat di perumahan permata mutiara, Jln. Dg. Tata Raya depan Makateks.


Dari kelas #Akbermks50 hari ini kak alit dan kak safrial berbagi banyak tips buat kamu yang maumenerbitkan tulisan kamu, cekidot, gaes!
Pertama-tama, sebelum menulis, kenali diri lebih dulu. Siapa anda itu penting, tahu passion diri. Kemudian, jadilah orang jujur. Jujur itu penting, dengan tidak meniru gaya orang lain. Jangan fokuskan tujuan untuk memperoleh royalty, fokus saja ke ide  tulisan.

Bagaimana cara mendapatkan ide?
Ide tulisan bisa berasal dari pengalaman diri sendiri atau engalaman orang lain yang kemudian bisa menjadi ide penulisan. Selain berasal dari pengalaman kita juga bisa memperoleh ide berasal dari luapan emosional seperti keresahan, ketakutan, kesedihan, dan kemarahan. Ide juga bisa muncul secara tiba-tiba yah, muncul begitu saja. Ketika ide itu muncul kita harus peka dan harus langsung ditangkap dalam bentuk catatan. Ide juga bisa muncul dengan cara ngeswap karakter khaas seseorang dengan suatu kondisi profesi atau keadaan yang sangat tidak sesuai dengan karakter orang tersebut. Jadi ada pembelokan dari logika yang umum, sehingga hasilnya tidak kebayang sama orang lain.Itulah mengapa seorang penulis komedi tidak melulu mengalami hal yang lucu. Cukup memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap sesuatu atau menuliskan hal yang kurang diperhatikan oleh orang lain. Menulis komedi itu bukan sekadar melucu tapi menulis sesuatu yg tidak tertebak.

Alitt lagi ngisi kelas, kelasnya lucuk. hihi
Persiapan sebelum menulis apa saja?
Memulai menulis cerita (khususunya komedi), dimulai dengan membuat premis yang simple dan tidak usah ribet. Tentukan premis utamanya. Premis utama selalu berkaitan dengan topik di setiap bab. Punya premis yang banyak miripnya tidak apa-apa, bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan karena premis itu akan berkembang menjadi sebuah sinopsis yang tentu akan berbeda dari yang lainnya. setelah punya premis dan sinopsis cerita, kembangkan ide ceritanya dalam bentuk kerangka cerita (outline).   
Lalu, mari menulis!

Mulai menulis? Tulisan yang seperti apa yang menarik?
Mulailah dengan menentukan hookmu. Hook adalah pemberi janji kepada pembaca bahwa tulisan yang kita buat itu menarik, makanya perhatikan paragraph pertama. Jadikan paragraf pertama sebagai bentuk janji pada pembaca, bahwa tuisan yang anda buat bagus. Buat first line dengan menarik, bisa juga dengan menggunakan pertanyaan. Tapi, jangan pernah pilih kalimat yang membuat pembaca hanya menjawab “ya” atau “ya emang!” buatlah delivery yang baik kepada pembaca yang bisa langsung nyambung dengan pembaca. Anw, delivery yang baik yah delivery yang dapat membuat pembaca masuk ke imajinasi penulis.
Oh iya, showing dan telling itu apa, bedanya bedanya apa dalam menulis?
Showing berbeda dengan telling, bentuk pendeskripsian showing lebih detail. Tidak dideskripsikan secara umum saja. Showing membuat pembaca seolah melihat apa yang dimaksudkan oleh penulisnya. Showing selalu menghindari kata sifat karena untuk setiap orang sifat benda atau orang itu berbeda-beda sehingga bisa jadi pembaca menafsirkannya berbeda-beda. Tapi, tidak semua tulisan harus di-showing-kan karena jangan sampai juga pembaca jenuh. Perhatikan hal-hal yang penting dan perlu saja.

Nah, bagaimana supaya tulisan kita bisa diterbitkan?
Menjadi penulis? Draft pertama kamu akan selalu jadi yang terburuk, tapi jangan khawatir. Makanya harus selalu berani memperbaiki dan mencari kekurangan dengan cari pembaca tulisanmu, first readermu. Cari first readermu yang objektif dan harus berani dikritik. Menulis bisa di mana saja. Melalui media apa saja. Seperti sosial media, blog, diary, dan buku. Setelah menulis dan dapat kritikan dari first reader kamu, lakukan self edit minimal EYD-nya lah yang diperhatikan, trus kirim ke penerbit, dan tunggu konfirmasi dari mereka. Semoga sukses, gaes!
Terimakasih yang sudah gabung di kelas #AkberMks hari ini. Seyaw! 

Kamis, 29 Mei 2014

Bermain dengan Material dalam Arsitektur



Hola, Akberians lama ndak ngepost. hehe.. 
Sore kemarin, AkberMks kedatangan dosen arsitektur di IPB dan juga arsitek di Urban Indonesia, Bapak Ahmad Tardiyana atau yang lebih akrab disapa Bapak Apep (mimin sok akrabji) buat ngisi kelas dadakan #Akber46. Meskipun kelas agak ngaret karena pematerinya ternyata masih ada meeting, tapi ada maknanya juga yah, mimin, volunteers dan akberians lainnya bisa kenal sama beberapa arsitek keren yang juga datang kemarin. Hihi..



Materi pokok yang dibawakan oleh Pak Apep dalam kelas kali ini lebih kepada material, arsitektur, dan tradisi membangun. Hm, menurut beliau sebenarnya para arsitek sekarang ini dibanjiri dengan pilihan  material yang semakin beragam. Tapi sayangnya, tidak diimbangi dengan berkembangnya tradisi membangun.
 Sekarang ini arsitek mulai mudah mengeskplorasi bentuk-bentuk arsitek dengan adanya Computer Aided Designed, namun hal tersebutlah yang diduga memicu  adanya jarak antara material dengan tradisi membangun. Sementara itu, di belahan dunia sana, tradisi membangun dan material sudah sanggup menyelaraskan diri. Kita masih kurang dapat melihat keterkaitan antara material dan pengetahuan saat kita ingin membangun. Banyak material yang digunakan diimpor dari negara nun jauh di sana, bukan dari material yang ada di sekitar. Sementara kultur dan tradisi membangun orang-orang dahulu justru dapat dilakukan dengan sebaliknya. Kita masih tergagap-gagap dengan pengetahuan material yang ada sekarang ini, sehingga nampaknya kita tidak memiliki tradisi bentuk-bentuk material sendiri.  Padahal, kita memiliki potensi untuk itu. 

Bangunan Kafe di Vietnam yang mengguanakn material bambu
  
Material mambu  misalnya yang merupakan material yang bisa sangat menjanjikan. Meskipun material tersebut harus disokong dengan teknologi pengawetan. Semisal bangunan kafe di Vietnam yang telah menggunakan bambu sebagai materialnya. Meski bukan hal yang mudah memilih bamboo sebagai material sebuah bangunan, karena diameter dan kelenturan bamboo yang berbeda-beda membuatnya menjadi material yang tidak dapat “menurut” dengan lembar kerja. Akan tetapi, kelenturan-kelenturan yang dimiliki bamboo tersebut justru dapat menghasiulkan arsitek bangunan yang berbeda dari bangunan yang bermaterial lain.
Indonesia sebenarnya dapat dengan mudah memanfaatkan bamboo sebagai material bangunan dan membuat tradisi membangun dengan bamboo tersebut karena Indonesia memiliki berbagai jenis bamboo, hanya saja bamboo sekarang ini semakin sulit didapatkan dan pelestarian terhadap bamboo kurang serius dilakukan.

Kamis, 20 Maret 2014

Menghidupkan Kembali Bangunan Heritage



Selamat Malam Jumat Akberians!
Jika biasanya AkberMks mengadakan kelas di akhir minggu, kali ini Makassar mengadakan kelas dadakan. Mengapa? Karena ada beberapa hal yang memamng dadakan untuk dibagikan kepada Akberians Makassar. Kelas dadakan keren ini dibawakan oleh tiga pemateri keren, yakni Kak Yuli, Kak Nandar, dan Bapak Diaz. Yeay!
Akberians, jika kota Makassar tercinta ini telah mengakui dirinya sebagai kota dunia, maka seharusnya Makassar mengikuti trend dunia yakni mempertahankan bangunan-bangunan sejarahnya sebagai asset kota mereka. Betul?
Salah satu kota yang dapat dijadikan contoh adalah Barcelona. Barcelona memiliki gereja yang dibangun oleh Gaudi  dengan tangannya sendiri. Hingga Gaudi meninggal, bangunan tersebut belum selesai. Namun kemudian, bangunan karya Gaudi tersebut diselesaikan sebagai bentuk penghargaan terhadap Gaudi sebagai seseorang yang cukup berpengaruh terhadap wajah kota Barcelona dan bangunan itu menjadi tujuan wisata bagi pengunjung kota Barcelona.

Barcelona dan Gaudi

Indonesia juga memiliki beberapa bangunan yang masih dijaga kekhasan bangunannya semisal rumah dari Cong Avi di medan yang mengadopsi rumah model Cina yang kini telah direstorasi menjadi museum Cong Avi dan di Makassar sendiri yang paling terkenal adalah Fort Rotterdam. Tapi, semakin berjalannya waktu ada banyak isu yang beredar mengenai pergeseran bahkan niat menghilangkan atau mengganti beberapa bangunan heritage di Makassar dengan bangunan yang baru dengan alasan kepentingan ekonomi segelintir orang.
Meskipun beberapa orang beranggapan jika bangunan heritage hanya akan memberikan efek trauma penjajahan, maka perlu dihancurkan. Namun, dari bentuk dan tatanan kota yang telah belanda bangun dengan apik dapat menjadi pembelajaran. Seperti penataan salah satu bagian penting sejarah kota Makassar di jalan Amanagappa dan Ence Nurdin yang dikenal sebagai lokasi pendidikan yang lengkap di zaman pra kemerdekaan.  
Menurut Kak Yuli, sebenarnya selalu ada solusi untuk bangunan bersejarah, jika kita memang ada niat untuk mempertahankannya. Meskipun tidak mudah untuk mempertahankan bentuk gedung dengan keperluan sekarang ini. Maka dari itu, setelah kelas ini diharapkan tidak hanya berhenti di sini. Akber Mks bermaksud ingin menggandeng Akberians yang datang sore tadi dan beberpa komunitas di Makassar agar diharap bisa bersama-sama bergerak untuk mempertahankan bangunan heritage Makassar. Sebagai gerakan pasca kelas ini, akademi berbagi Makassar juga berencana untuk mengadakan roadshow ke kampus-kampus untuk memperkenalkan bangunan heritage Makassar. Semakin bersemangat berbagi Woohoo! Aamiin.

 
Bersiap Menghidupkan!

Salah satu gerakan yang bisa jadi contoh adalah gerakan yang telah lebih dulu dilakukan oleh beberapa mahasiswa arsitek ITB melalui Gerakan Gaung Bandung –Semangat Konservasi. Mereka bergerak mulai “membangunkan” kembali Gedung Gas Negara yang telah lama tertidur dan lahannya ingin diambil alih. Tak tanggung mereka lalu membuat foto kontes di tempat tersebut bersama komunitas fotografi, lalu membuat seminar dan mengundang  pemerintah kota, beberapa arsitek, dan developer di kota tersebut untuk berdiskusi mengenai bangunan-bangunan heritage Bandung. Makassar?

Sekian rev kelas hari ini. Semangat berbagi. Berbagi bikin Happy!