Sabtu, 01 Maret 2014

Lomo Class


Salam Berbagi!
Lumayan rindunya dua minggu tidak ngelas yah, Akberians. Membayar rindu kali ini kita sudah mengadakan kelas Lomography bersama kakak Khaerul Musaid dari Komunitas Daeng Lomo (nama untuk Lomonesia Makassar). Di kelas ini, kita diperkenalkan dengan LOMO yang ternyata pengambilan nama jenis kamera ini berasal dari nama pabrik lensa di Uni Soviet sana. Berbeda dengan kamera lainnya, menggunakan kamera lomo lebih mengandalkan feeling dan tidak terikat pada aturan kamera konvensional hanya saja perlu untuk tahu cara pengambilan gambarnya serta fitur dan fungsi kameranya.

 
Ternyata dan ternyatanya, lomo itu ada banyak jenis dan bentuknya yang memiliki fitur dan efek yang berbeda. Lomo-lomo tersebut seperti Holga, Diana F, Fish Eye, Colorsplash, Super Sampler, Action Sampler, Oktomat, Pop 9, Spinner 360, Sprocket Rocket, Lc-a+, Lc-wide, La Sardina, Horizon, Lomokino dan Konstruktor. Lomo Fish Eye berbeda dengan Holga dan Diana karena telah memiliki flash dan hasil jepretannya berbentuk cembung, untuk hasil yang lebih baik pada penggunaan lomo jenis ini, sebaiknya cara pengambilan gambarnya dengan memiringkan posisi lensa kamera ke atas atau ke bawah. Hampir sama dengan Fish Eye, lomo Horizon juga menghasilkan gambar yang agak cembung namun lebih lebar. Jika ingin mengambil gambar yang lebih berseni pada malam hari, baiknya memilih lomo Colorsplash karena pengguna dapat memilih efek warna pada flashnya. Ini contoh gambar yang dihasilkan dengan menggunakan Colorspalsh:

(file Lomonesia Mks)
(file Lomonesia Mks)

  Kamera berlensa empat di atas adalah jenis Super Sampler, Akberians. Kayak nama boiben korea yah. Hihi. Lomo jenis ini memang memiliki empat lensa, cara mengutip gambarnya dengan menarik talinya. Selain Super Sampler itu, ada action sampler yang juga memiliki empat lensa, hanya saja Action Sampler framenya mengambil bentuk objek yang sama sementara Super Sampler mengambil objek secara berurut. Berbicara tentang lomo yang memiliki lensa lebih dari satu, selain Super Sampler dan Action Sampler juga ada Oktomat dengan delapan lensa dan Pop 9 dengan sembilan lensanya. 
 
hasil super sample dan action sampler (file Lomonesia Mks)
 
Konstruktor merupakan kamera yang perlu diracik oleh yang membelinya sendiri (file Lomonesia Mks).

Fitur-fitur andalan dari lomo yaitu, multiple exposure merupakan fitur yang dapat menggabungkan dua frame, bulb atau long exposure merupakan fitur yang dapat digunakan untuk menangkap cahaya selama mungkin, fitur kemudian yang bisa didapatkan dari keberanian bereksperimen adalah redscale yakni dengan menggunakan sisi sebaliknya dari sisi yang biasa digunakan dan tidak boleh pada tempat yang memiliki insentitas cahaya yang tinggi, selain itu juga bisa dengan mencoba merebus roll atau boiled the roll.
FYI, jika kamu pemilik lomo maka perhatikan anjuran-anjuran ini:


Buat yang mau lebih banyak tahu dan belajar tentang kamera lomo silakan bertanya ke kakak-kakak di Daeng Lomo dan Lomonesia. Mereka tentu akan senang berbagi. Berbagi bikin happy. Sampai jumpa di kelas berikutnya, Akberians!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar